Upconversion dan Aplikasinya

Ketika suatu benda dikenai cahaya dengan energi tertentu maka akan terjadi eksitasi elektronik. Keadaan tereksitasi ini merupakan keadaan yang tidak stabil dan akan kembali ke keadaan dasarnya dengan mengemisikan kembali cahaya dengan energi yang lebih rendah. Energi cahaya emisi lebih rendah daripada energi cahaya eksitasi karena adanya proses nonradiatif. Perhatikan pada Gambar 1.
Gambar 1. Diagram Jablonski. Setelah absorpsi foton, maka elektron akan mengalami eksitasi elektronik dan vibrasional. Kemudian elektron akan mengalami relaksasi vibrasional dan mengemisikan foton dengan panjang gelombang lebih besar.

Saat foton yang diemisikan mempunyai energi yang lebih rendah daripada foton yang diabsorpsi, maka proses ini dikenal sebagai proses downconversion. Pada kondisi tertentu energi foton yang diemisikan dapat lebih tinggi daripada foton yang diabsorpsi. Proses ini dikenal dengan sebutan proses upconversion. Proses upconversion ini terjadi melalui mekanisme eksitasi yang melibatkan absorpsi lebih dari satu foton seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Perbedaan antara downconversion (A) dan upconversion (B)

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa upconversion terjadi karena adanya absorpsi dua atau lebih foton secara berturutan. Proses absorpsi foton pertama menghasilkan keadaan tereksitasi metastabil yang kemudian akan mengabsorpsi foton kedua untuk mencapai tingkat energi yang lebih tinggi. 

Mekanisme yang lain melibatkan proses transfer energi antara dua keadaan metastabil. Saat dua keadaan metastabil berinteraksi misal dengan bertumbukan, maka energi salah satu metastabil akan ditransfer ke metastabil yang lain. Sehingga terbentuk satu keadaan tereksitasi lebih tinggi dan satu keadaan terdeeksitasi.

Gambar 3. Tingkat energi ion thulium (Tm3+) pada ZBLAN fiber menunjukkan bagaimana eksitasi dengan laser 1140 nm dapat menghasilkan emisi laser biru 480 nm.

Salah satu aplikasi dari upconversi adalah untuk membunuh sel kanker dalam. Pada terapi fotodinamik, pasien diberikan obat yang sensitif terhadap cahaya yang akan teradsorpsi pada sel tubuh terutama sel kanker. Kemudian laser merah diberikan pada daerah kanker. Sinar laser merah itu akan mengaktivasi obat yang kemudian menghasilkan bentuk reaktif dari oksigen (oksigen singlet) yang akan membunuh sel kanker. Namun sayangnya daya tembus sinar laser merah tidaklah jauh. Sehingga terapi ini tidak dapat diberikan apabila sel kanker berada pada lapisan dalam. Namun dengan penambahan material upconversion, sel kanker dalam dapat juga diobati. Caranya adalah dengan menggunakan radiasi laser inframerah dekat. Laser inframerah dekat mempunyai daya tembus yang lebih baik daripada laser merah sehingga dapat mencapai lapisan sel yang lebih dalam. Kemudian material upconversion akan mengubah laser inframerah dekat ini menjadi laser merah yang dapat mengaktivasi obat.

Gambar 4. Nanopartikel upconversion dapat mengubah laser inframerah dekat menjadi laser merah sehingga jangkauan terapi fotodinamik menjadi bertambah dan dapat mengobati sel kanker pada jaringan dalam.

Aplikasi lain dari material upconversion adalah untuk meningkatkan efisiensi sel surya. Sel surya bekerja mengubah cahaya menjadi listrik. Cahaya yang dapat diubah menjadi listrik harus mempunyai panjang gelombang yang sesuai dengan energi celah pita material semikonduktor yang digunakan. Cahaya yang mempunyai panjang gelombang lebih besar tidak dapat digunakan. Namun dengan adanya material upconversion, panjang gelombang cahaya ini akan diubah menjadi lebih pendek sehingga dapat diubah menjadi energi listrik oleh sel surya. Sehingga efisiensi sel surya secara keseluruhan akan meningkat. 

Gambar 5. Sel surya yang dilengkapi dengan material upconversion (UC). Cahaya dengan energi kecil (panjang gelombang besar) akan ditingkatkan energinya oleh material UC sehingga dapat berinteraksi dengan semikonduktor pada sel surya.


Pustaka:
http://en.wikipedia.org/wiki/Fluorescence
http://www.rp-photonics.com/upconversion.html
http://www.medscape.com/viewarticle/750940_2
http://www.umassmed.edu/news/news-archives/2014/10/tuning-light-to-kill-deep-cancer-tumors/

0 komentar:

Posting Komentar